Laporan Pandangan Mata: Singapore Steril dari Cabe-Cabean
Siapa di sini yang udah bosen malam Mingguan di mal, flyover, bunderan komplek terdekat, kuburan, dan parkiran minimarket? Pas banget nih kalian harus nyobain sesuatu yang baru. Kebetulan gue malam Minggu kemarin abis ke Singapore, dalam rangka diutus oleh Dewan Kepengurusan Cabe-Cabean Indonesia, untuk studi banding ke Singapore. Studi banding ini dilakukan guna mengeksplor spot-spot mana aja yang paling pas buat bergaul, dan ngecek apakah di sana ada cabe-cabean juga apa nggak.
Beginilah hasil perjalanan gue…
Tempat menginap gue selama di Singapore, tepatnya Studio M Hotel, Nanson Rd. Enak banget, kamarnya bertingkat. Sayangnya, tidurnya cuma sendiri.
Pemandangan pas bangun tidur. Enak kali ya kalo rumah kamarnya kayak gini. Bisa-bisa dari pagi ketemu pagi lagi cuma di kasur nih. Siangan dikit, cari makan sekalian jalan-jalan. Langsung berangkat ke Palm Beach Restaurant di One Fullerton, mau nyobain Chili Crab. Pas pertama masuk restorannya, langsung dikagetkan dengan ini.
Kobokan gaul di Palm Beach Restaurant. Singapore mah gaul, kobokan aja berwarna.
Abis makan, cari angin sebentar mampir ke sekitaran Patung Merlion, sekalian jalan-jalan siapa tau ketemu anggur-angguran (kalau di Indonesia cabe-cabean, mungkin di Singapore, mungkin namanya anggur-angguran, kerenan dikit). Di jalan malah menemukan ini…
Denger-denger kemarin di Indonesia lagi rame pada nonton musik Jazz. Meski lagi di Singapore, gue nggak mau kalah. Kebetulan lagi ada perhelatan musik jazz juga di Marina Bay Sands. Gue langsung ke sana aja. Dan ternyata, pergelaran musik di Singapore keren banget!

Setelah matahari terbenam, pas Singapore Jazz break, pengunjung tetap dikasih hiburan. Fountain show!

Forever alone sejati. Bapak-bapak ini asik makan es krim sendiri sementara tiga pasangan di kirinya berpelukan semua menikmati Singapore Jazz.

Pulang dari Art Bar, memantau flyover terdekat, dapat dilaporkan steril dari cabe-cabean maupun anggur-angguran.
Petualangan di Singapore nggak berhenti sampai di situ. Masih berlanjut…

Besoknya, Minggu (2/3/2014) jalan-jalan ke restoran Italia di Robertson Quay sebelum nonton teater di The Singapore Repertory Theatre. Ada menu namanya “Sparkling Water.” Curiga ini keringetnya Edward Cullen nih.

Dan ternyata Sparkling Water itu bentukannya kayak gini, air mengandung gas gitu. Eniwei, tiramisunya enak bingitsss!
Selain dari foto-foto di atas, gue juga sempet mampir ke satu spot di One Rochester. Itu tuh perbukitan kecil gitu, ada beberapa restoran di sana, mulai dari restoran Italia, Amerika, Jepang, sampe China . Terus kalau malam, di situ tuh bagus banget, pemandangan ada lampu-lampunya. Kalau di Bandung mah kayak Punclut kali ya. Jadi, setelah perjalanan yang begitu panjang, gue bisa menyimpulkan beberapa hal: 1. Banyak juga spot di Singapore yang menarik, kece buat foto-foto dan di-update ke socmed selain Orchard. 2. Di Singapore steril dari cabe-cabean. Jadi, Singapore pas banget jadi tujuan kamu liburan, terutama buat kamu yang ingin bosan dengan malam Minggu macet dan penuh cabe-cabean. Saya, Dara Prayoga dari Dewan Kepengurusan Cabe-Cabean, melaporkan.
















